Uncategorized

Wittenoom, Kota Berbahaya yang Dihapus dari Peta

TempatWisata.club, Jakarta – Kalau ada kota paling berbahaya di dunia, apakah lo penasaran dan malah pengen mengunjunginya, bro? Di Australia Barat terdapat kota bernama Wittenoom yang konon paling berbahaya di dunia. Meski demikian, ternyata masih ada aja turis yang nekat datang dan malah berfoto di sana. Penasaran seberapa berbahayanya kota tersebut? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Mungkin kalau mendengar kata ‘berbahaya’ di suatu tempat, sebagian orang akan merasa ngeri dan takut untuk mendatangi lokasi tersebut. Namun entah kenapa, salah satu kota di Australia Barat bernama Wittenoom malah suka didatangi turis yang penasaran meski sudah banyak papan peringatan ‘bahaya’ dipajang di sana.

Sebuah kota bernama Wittenoom di Australia Barat ini menjadi salah satu tempat paling berbahaya dan terkontaminasi di planet bumi. Kota mati nggak berpenghuni ini dulunya merupakan bekas tambang asbes yang beracun. Letaknya jauh di daerah terpencil di Pilbara, Australia Barat.

Kota Mati yang Terkontaminasi

Pada masa kejayaannya sekitar tahun 1930-an hingga 1966, kota hantu ini dihuni oleh 20 ribu penduduk yang berprofesi sebagai pengangkut asbes biru yang mematikan. Lebih dari 2.000 kematian telah dikaitkan dengan kegiatan penambangan di Wittenoom, dan seluruh kota ini adalah tempat yang terkontaminasi.

Baca Juga : Kota Bebas Virus Corona di Italia Tawarkan Rumah Seharga Rp16 Ribu

Saking berbahayanya kota Wittenoom ini, pada tahun 1978 pemerintah setempat memutuskan untuk menutup kota tersebut atas dasar keselamatan dan kesehatan warganya. Meskipun berbahaya, Wittenoom sendiri malah menjadi pusat wisata baru dan berhasil mendatangkan ribuan wisatawan setiap tahun hanya untuk mengambil foto dan mengunggah kota mati tersebut ke media sosial.

Dihapus dari Peta

Pada tahun 2006, pemerintah menghapus Wittenoom dari peta, menghilangkan tanda dan rambu menuju ke sana, memutuskan jaringan listrik, dan memasang tanda peringatan. Tapi, para penggemar pariwisata ekstrem malah mengabaikan peringatan tersebut dan tetap datang ke Wittenoom.

Dilansir Vice, meskipun papan peringatan bertebaran di seluruh kota yang memperingatkan bahaya serius bagi kehidupan manusia, ribuan pelancong yang penasaran ingin tau tetap berkunjung setiap tahunnya. Pemerintah lokal mengatakan telah menerima laporan beberapa operator pariwisata di Australia Barat (WA) bahkan menawarkan kunjungan yang dipandu.

“Kami baru saja mendengar tentang selentingan di Pilbara ada kelompok wisatawan yang pergi ke sana. Mungkin mereka mengira itu adalah wisata petualangan atau sepanjang garis itu, tapi kami ingin memastikan semua orang sadar ada bahaya yang signifikan bagi diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan teman-teman mereka jika mereka pergi ke Wittenoom,” kata Direktur Pemerintah lokal Ashburton, Rob Paull.

Bisa Menyebabkan Penyakit Mematikan

Situs web pemerintah di Wittenoom mengatakan, paparan asbes dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti mesotelioma (bentuk langka yang mempengaruhi selaput tipis yang melapisi dada dan perut), asbestosis, dan kanker paru-paru. Gejala dapat terjadi beberapa decade setelah paparan baik banyak maupun sedikit.

Baca Juga : 5 Destinasi Wisata Dunia yang Ternyata Paling Banyak Dicari di Google!

“Tanda-tanda peringatan ini bukan dekorasi atau untuk menambah koleksi Instagram. Itu adalah peringatan serius tentang konsekuensi kesehatan yang serius. Sangat bodoh untuk bepergian ke Wittenoom,” kata Menteri Urusan Aborigin dan Tanah Australia, Ben Wyatt, seperti dilansir dari Oddity Central.

Ben juga mengatakan, meskipun operasi pembersihan Wittenoom dari residu asbes yang mematikan kerap dilakukan, kota tersebut tetap nggak aman untuk dijadikan tempat tinggal. Bahkan, ia menganggap hal tersebut hanya membuang-buang anggaran negara.

Wah, walaupun banyak turis yang nekat datang ke Wittenoom meski sudah banyak tanda peringatan bahaya, lo jangan ikut-ikutan ya, bro! Selain melanggar aturan, kota ini malah bisa menyebabkan penyakit berbahaya.