Uncategorized

Fenomena Alam Unik di Seluruh Dunia yang Keren Banget

Tempatwisata.club – Semesta alam tak bisa diprediksi maupun diterka-terka. Fenomenanya yang bisa disaksikan mata manusia juga tak bisa diduga. Kadang bikin seluruh dunia takjub, tapi ada juga yang menakutkan.

Fenomena alam ini bisa dilihat dengan mata telanjang di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Tahun 2010 lalu, fenomena alam langit terbelah terjadi di Yogyakarta. 11 Juni sepuluh tahun yang lalu itu memperlihatkan langit Yogya tak seperti biasanya.

Langit Yogyakarta pada 11 Juni sore hari itu tak hanya berwarna oranye. Namun terlihat seperti ada garis lurus yang seolah-olah langit terbelah. Fenomena itu sempat bikin warga cemas. Meski dilihat mata terlihat indah, perasaan was-was muncul karena khawatir fenomena itu sebagai tanda adanya bencana.

Nggak cuma di Yogyakarta sih, langit di Kota Padang dan Pontianak di Kalimantan Barat, juga pernah mengalami fenomena tersebut. Kalau menurut penelitian, fenomena ini muncul karena awan cumulonimbus yang sangat tinggi dan tebal di atmosfer. Sehingga menghalangi cahaya matahari, dan menimbulkan refleksi cahaya biru yang efeknya membuat langit seakan terbelah.

Nah, selain di Indonesia, negara-negara lain juga mengalami fenomena unik dan aneh. Fenomena apa saja sih yang pernah kejadian di bumi?

Pilar Cahaya

Pilar cahaya merupakan fenomena optik atmosfer. Penampakannya seperti pita cahaya vertikal yang disebabkan oleh cahaya alami atau buatan yang memantulkan kristal es kecil mengapung relatif dekat dengan tanah.

Fenomena pilar cahaya juga kerap terjadi ketika suhu di bawah 0 derajat Celcius dengan kondisi angin yang cukup tenang. Seorang fotografer bernama Vincent Brady pernah mendapat penghargaan dari NASA karena fotonya yang menampilkan pilar cahaya di langit.

Baca Juga : Traveling ke Pantai Saat New Normal? Ini Syaratnya, Bro!

Kilat Vulkanik

Ini adalah fenomena cuaca yang bisa terjadi bila petir terbentuk akibat munculnya tiang erupsi. Baru-baru ini, petir vulkanik muncul saat erupsi Gunung Taal, Filipina. Semburan abu dan kilat terlihat menyalak saat meletus.

Ada beberapa teori yang memungkinkan terjadinya petir vulkanik. Pertama akibat sebagian besar atom-atom yang awalnya netral bertemu dengan banyak energi bebas yang disertai suhu sekitar 1.500 kelvin atau 14.726 derajat celcius. Karena ada energi besar, maka elektron lemah akan terikat dengan elektron kuat.

Teori lainnya menyatakan partikel yang lebih besar mungkin memiliki muatan positif dan partikel yang kecil memiliki muatan negatif. Partikel yang lebih besar akan jatuh lebih cepat dan membuat jarak yang menghasilkan petir.

Awan Mammatus

Awan mammatus atau mammatocumulus membentuk gumpalan-gumpalan menggantung yang terbentuk di awan. Awan mammatus berkaitan erat dengan badai petir, tapi nggak harus selalu diidentikan dengan tornado, hujan es, atau tiupan angin yang signifikan. Awan mammatus biasanya terasosiasi dengan awan cumulonimbus aktif.

Baca Juga : Maldives Kembali Dibuka, Wisatawan Nggak Boleh Liburan Lama

Api Biru

Kobaran api berwarna biru di Gunung Ijen selalu jadi daya tarik turis lokal maupun mancanegara. Blue Fire merupakan reaksi dari gas bumi ketika bertemu oksigen pada tingkatan tertentu. Hasil dari reaksi ini terlihat seperti api yang berwarna biru.

Fenomena ali biru ini kemungkinan sudah terjadi sejak ratusan atau ribuan tahun lalu. Cuma, Blue Fire baru ditemukan pada 1950 oleh penambang yang bekerja di gunung ini dan baru diekspos pada 2014.